Selasa, 23 Mei 2017

SEJARAH PERKEMBANGAN ROTI

Sejarah Singkat Roti

Roti adalah salah satu makanan tertua di dunia. Sejarah roti yang panjang konon berawal dari Mesir dan Mesopotamia. Saat mereka menemukan cara lain untuk menikmati gandum. Gandum yang awalnya dikonsumsi langsung ternyata dapat dilumat bersama air sehingga membentuk pasta. Pasta yang dimasak diatas api kemudian mengeras dan dapat disimpan beberapa hari. Teknik paling dasar memasak roti seperti ini masih digunakan dibeberapa negara walau perkembangan teknik dan jenis roti modern semakin beragam. Sebut saja tortila Mexico, roti canai India, Pita di Timur Tengah, dan lain-lain. Roti-roti semacam ini dikenal lebih dengan nama istilah roti datar.

Sementara ragi roti ditemukan saat mereka menyimpan sedikit adonan dari hari sebelumnya dan ditambahkan pada adonan yang baru. Kemudian dikembangkan pula jenis gandum yang baru yang memungkinkan terciptanya jenis roti yang baru. Dari Mesir inilah bangsa Yunani mengambil teknologi pembuatan roti. Teknologi yang kemudian menyebar di seluruh Eropa dan menjadikan roti sebagai makanan yang dianggap penting oleh masyarakatnya. Di Roma bahkan roti dan gandum lebih penting ketimbang daging.

Saat itu warna roti membedakan ‘kelas’ dalam masyarakat. Semakin gelap warna roti yang dikonsumsi semakin rendah satus sosialnya. Hal ini dikarenakan tepung putih yang mahal. Tetapi jaman sekarang roti berwarna gelap justru lebih mahal karena rasanya yang lebih enak dan kandungan gizinya yang lebih tinggi. Saat ini roti sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Tidak hanya berbetuk datar, kita bisa menikmati roti beraneka bentuk, rasa, dan ukuran.

Beribu tahun yang lalu, manusia hidup mengembara, sambil berburu dan mencari yang bisa dimakan. Tadinya bulir gandum mereka kunyah begitu saja. Uh, keras! Jadi, mereka tumbuk dan beri air sepaya lembek, Adonan yang tersisa mereka jemur sampai kering untuk bekal perjalanan. Lalu mereka tahu, makanan menjadi lebih enak kalau dibakar. Jadi, adonan gandum mereka pipihkan di permukaan batu yang dipanaskan dengan api. Sekitar 4.600 tahun yang lalu, di Mesir ada orang lupa mengeringkan adonan tepung. Adonan itu meragi. Setelah dibakar, rasanya lebih empuk dan lebih enak, Sejak itu, mereka sengaja meragikan dulu adonan tepung supaya mengembang.

Roti masa itu belum seempuk dan seenak sekarang. Membuatnya pun menjijikkan. Tepung, air, dan adonan ragi dicampur lalu diinjak-injak oleh para budak. Namun roti tidak lagi dibakar di api terbuka, tetapi di dalam tungku primitif berbentuk kerucut. Masa itu para pekerja Mesir bukan diupah dengan uang, tetapi dengan roti. Sampai sekarang, dalam bahasa Inggris pencari nafkah disebut breadwinner, orang yang berjuang untuk mendapat roti. Kata ’roti’ sering dipakai untuk menggantikan kata ’rezeki’. Sampai sekarang, roti tradisional di Timur Tengah, India, dan Afrika masih pipih. Roti kemudian menjadi makanan pokok di pelbagai bagian dunia.

Pembuatan roti terus berkembang. Kita mengenal berbagai macam, bentuk, dan rasa roti. Di Indonesia kita biasa makan roti tawar yang empuk, putih, berbentuk kotak, dan kulitnya tipis. Orang Francis menyukai roti panjang dan langsing seperti tabung, kulitnya tebal, dalamnya empuk. Orang Jerman dan Rusia menyukai roti dari gandum rye.

Jenis - Jenis Roti
1.    Bagel.
Adalah roti khas dari Eropa Timur (Polandia), bentuknya bulat seperti donat, tapi bagian dalam lebih padat. Bagel di sajikan pada saat makan pagi, dibelah, dibakar dan diolesi keju krim. Pada adonan bagel biasanya ditambahkan kismis, blueberry, bawang, biji-bijan atau bumbu daun.

2.    Bialy.
Roti juga berasal dari Eropa Timur (khususnya Polandia)  berbeda dengan bagel, bentuknya bulat namun memiliki lubang / kawah di bagian atasnya biasanya diisi dengan irisan bawang bombay.

3.    Bolillo / Pan blanco
Adalah roti yang berasal dari daerah Meksiko memiliki kulit yang keras dan biasanya dibelah untuk dipergunakan sebagai dasar dari sandwich.

4.    Breadsticks / Grissini / Italian breadsticks.

Roti renyah ini banyak di sajikan di restoran Italia sebagai snack pembuka, sehingga tamu yang datang menunggu makanan tidak bosan tapi juga tidak kekenyangan. Roti ini selain di sajikan polos, juga diberi aneka rasa seperti wijen, bawang, atau rempah dedaunan.

5.    Brioche.
Adalah roti dengan tekstur empuk dan rasa yang kaya serta sedikit manis. Dibuat dari telur, mentega, ragi, tepung, dan terkadang ditambahkan juga buah kering atau kacang-kacangan.

6.    Challah.
Adalah roti ragi yang juga berasal dari daratan Eropa Timur . Dibuat dengan menggunakan telur dan mentega, memiliki tekstur yang sangat empuk dan memiliki bentuknya dikepang.

7.    Ciabatta.
Adalah roti bertekstur kasar berasal dari Itali dengan ciri kulit yang tebal dan bagian dalamnya padat.

8.    Corn rye bread.
Adalah roti yang berasal dari daratan Eropa. Roti ini sering dipergunakan sebagai makanan pokok dilapisi tepung jagung dan lebih sering di sajikan bersama daging kornet.

9.    Croissant.
Adalah roti yang berasal dari Prancis, dibuat dari adonan puff pastry, sehingga renyah dan juga sangat empuk. Roti ini biasanyanya di sajikan saat sarapan dengan kopi , teh atau sandwich.

10.   Crumpet.
Adalah sejenis roti muffin namun teksturnya lebih lembab yang berasal dari Inggris, sering disajikan dengan diolesi krim padat atau mentega dan dimakan pada saat minum teh sore. Sebelum dihidangkan, roti ini biasa di panggang atau di bakar terlebih dahulu.

11.   English muffin.
Biasanya roti ini dibelah terlebih dahulu, kemudian dipanggang, dan setelah itu, roti ini diolesi mentega dan selai sesuai selera. Seringkali disajikan pada saat sarapan sebagai alternatif roti bakar.

12.   Roti Prancis / Baguette
Roti ini adalah roti tradisional Prancis ini memiliki kulit yang keras, berwarna coklat dan bagian dalamnya banyak terdapat lubang-lubang. Baguette adalah roti standar Prancis, dengan panjang sekitar setengah meter biasanya disajikan dengan sup atau dipanggang lalu diberi aneka macam topping sesuai selera.

13.   Roti Italia.
Bentuknya mirip sekali dengan roti Prancis, hanya bagian dalam dari roti ini jauh lebih padat

14.   Roti Limpa
Roti ini berasal dari Swedia, memiliki rasa yang enak dan wangi ini biasanya diberi rasa dengan gula cair, biji bunga lawang dan kulit jeruk.

15.   Roti manis Portugis /  Pau Duce /  Roti Hawaii.
Roti ini memiliki rasa yang manis dengan tekstur yang empuk sangat enak untuk disajikan sebagai roti bakar/ French toast.

16.   Roti Pugliese.
Roti sederhana ini memiliki tekstur kulit yang keras biasa ditemukan di kota Puglia, Italia, dan merupakan roti yang sempurna sebagai bahan sandwich atau untuk dimakan dengan minyak zaitun.

17.   Roti pumpernickel.
Roti  dengan tekstur padat dan rasa sedikit masam ini dibuat dengan gula cair dan campuran antara tepung rye dan gandum. Sering kali dipotong tipis dan disajikan sebagai makanan pembuka.

18.   Roti rye.
Merupakan roti favorit penduduk Eropa Utara,biasanya digunakan dengan baik sebagai bahan sandwich. Roti ini dibuat dengan campuran tepung rye dan tepung gandum. Roti ini dapat ditemui dalam berbagai variasi, mulai dengan yang berwarna kecokelatan sampai ke hampir hitam.

19.   Roti Sourdough.
Dari namanya, dapat ditebak bahwa rasanya akan sedikit masam. Roti khas San Fransisco di Amerika ini dibuat dengan ragi khusus yang akan memberikan rasa asam yang nikmat. Roti ini sangat pas dinikmati dengan hidangan laut.

20.   Roti Starter / Pain Au Levain .
Adalah roti yang dibuat dengan ragi "starter", campuran tepung, air dan ragi yang sengaja didiamkan di udara terbuka, sehingga selalu ditemui dengan rasa masam yang menyenangkan.

1 komentar: